[email protected] +1234567890 242 West Main street, Ohio

Menggunakan Metode Minum Jamu dan Pijat Refleksi, Belian Sasak Terbukti Ampuh Mengobati Orang Lumpuh

Tanaman dari alam yang digunakan masyarakat adat Suku Sasak dalam mengobati berbagai macam penyakit.(ist)
Tanaman dari alam yang digunakan masyarakat adat Suku Sasak dalam mengobati berbagai macam penyakit.(ist)

Ayonews, Jakarta
Tingkat pendidikan tinggi dan kesehatan moderen ternyata tidak mengubah prilaku masyarakat Suku Sasak di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, untuk meninggalkan pengobatan tradisional Belian Sasak. Pengobatan yang sudah ada sejak turun temurun nenek moyang mereka ini menjadi salah satu pilihan yang sulit untuk ditinggalkan.

"Belian Sasak merupakan salah satu alternatif pengobatan yang masih bertahan dan berjalan beriringan dengan pengobatan modern yang sangat bermanfaat dalam penyembuhan penyakit. Belian Sasak dianggap sebagai tempat berobat yang relatif ekonomis bagi orang yang kurang mampu, bahkan orang yang kemampuan ekonominya menengah ke atas," demikian dikutip dari tulisan Mirna Nur Alia di dari situs ejournal.upi.edu. 

Menurut Mirna, terdapat beberapa  alasan mengapa Belian Sasak di Lombok Timur masih tetap eksis hingga saat ini.  Salah satunya adalah  kepercayaan masyarakat yang sangat tinggi bahwa Belian Sasak merupakan obat ampuh dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit. 

Menurut Mirna, pengobatan Belian Sasak merupakan salah satu alternatif pengobatan masyarakat yang  bersifat tradisional.  Mengutip Poerwadarminta (1976: 796), definisi tradisional yakni segala sesuatu seperti alat, kepercayaan, kebiasaan, ajaran dan sebagainya yang turun temurun dari nenek moyang. 

"Sifat tradisional ini dapat dilihat dari cara pengobatannya yang menggunakan alat sederhana  secara turun temurun dari nenek moyang dan dilakukan dengan pengalaman," jelasnya.

Pengertian Belian Sasak itu sendiri adalah seseorang yang melakukan pengobatan dengan alat dan kebiasaan orang Sasak. Secara umum masyarakat menyebutnya dukun. Dalam praktiknya, alat-alat yang dipakai pun cukup tradisional. Proses pengobatannya dilakukan secara sederhana. Bahan-bahan pengobatannya juga didapatkan dari alam.

Selain dengan jampi-jampi, dalam praktiknya pengobatan ini menggunakan bahan-bahan tanaman tertentu dari alam. Seperti pasak bumi, daun bidara dan jahe. Biasanya,bahan-bahan itu dibuat dengan cara dihaluskan menggunakan batu atau diparut untuk ditempelkan pada bagian yang sakit. 

Orang Sasak juga mengenal obat. Obatan-obatan yang mereka buat berbahan dari biji-bijian. Secara umum, bisa disebut jamu. Karena pembuatannya dengan proses tradisional umumnya membuat jamu. Dalam pembuatannya, biji-bijian itu  disangrai atau digoreng pada penggorengan yang terbuat dari tanah. Setelah dianggap matang, biji-bijian itu dihaluskan. 

Bagi mereka yang mengalami kelumpuhan, selain ramuan jamu tradisional yang disebutkan, dilakukan pemijatan refleksi pada bagian urat syaraf. 

Sebagai bagian dari pengobatan tradisional, menurut Mirna, pengobatan Belian Sasak sangat popular dan menjadi rujukan bagi mereka yang ingin sembuh dari penyakitnya.

Dituliskan Mariyono (2003: 3), menggunakan alat dan bahan ukur yang sederhana seperti daun-daunan dan air jampi-jampi, pengobatan ini untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Mulai dari  penyakit sederhana sampai penyakit keras (kronis). yang menarik, proses pengobatan ini melalui mediator yang sudah berpengalaman. Orang Sasak menyebutnya dengan tengkorong (Belian). 

Berbicara masalah pengobatan, Belian Sasak merupakan salah satu bentuk alternatif  pengobatan yang dipercaya mampu menyembuhkan penyakit. Selain dari Belian Sasak yang  sederhana dan dapat dijangkau oleh semua kalangan,

Belian Sasak juga merupakan warisan  nenek moyang yang diwariskan secara turun-temurun dan dijadikan sebagai tradisi yang dipertahankan oleh masyarakat Suku Sasak hingga kini. 

Terdapat beberapa faktor seseorang memilih pengobatan Belian Sasak. Secara garis besar alasan-alasan yang dikemukakan dapat dikategorikan menjadi dua:Adanya rasa takut pada diri seseorang pada pengobatan medis dengan cara operasi, karena dalam pemikiran mereka operasi mempunyai risiko kematian yang tinggi, sehingga lebih tertarik  pada pengobatan tradisional yang menurut pengalaman dari orang-orang terdahulu menunjukkan bahwa pengobatan tradisional Belian Sasak terbukti berkali-kali menyembuhkan, sehingga banyak masyarakat yang percaya terhadap keampuhan pengobatan tradisional.

Terdapatnya kepercayaan pada diri masyarakat bahwa setiap penyakit yang sulit  disembuhkan dengan obat kimia, maka dianggap penyakit yang luar biasa yang cenderung  diyakini datang dari setan, atau terkena guna-guna, sehingga alternatif yang dapat  menyembuhkannya adalah dukun atau Belian Sasak. 

"Faktor sosio demografis seperti pekerjaan atau tempat tinggal yang jauh juga menentukan," tutupnya.

Sabhira