[email protected] +1234567890 242 West Main street, Ohio

Spa Peranakan, Terapi Energi Dingin Serta Hangat, Membantu Detoksifikasi, Meredakan Nyeri Sendi dan Otot

Tradisi Spa Peranakan ini mengadopsi berbagai budaya, baik nusantara maupun budaya negara lain.(ist)
Tradisi Spa Peranakan ini mengadopsi berbagai budaya, baik nusantara maupun budaya negara lain.(ist)

Ayonews, Jakarta
Dalam tradisi ethno wellness Indonesia, ternyata juga terdapat perpaduan antarbudaya. Salah satunya perpaduan budaya Melayu, Tionghoa, Swedia dan India. 

Salah satu ethno spa yang memadukan berbagai budaya ini adalah Spa Peranakan. Meski demikian, dalam praktiknya, tradisi Tionghoanya masih lebih dominan. 

Filosofi Peranakan ini penyembuhan dengan menentukan orang yang dominan dingin (yin) atau hangat (yang). Spa Peranakan ini bermanfaat dalam menjaga kesehatan kulit, suhu, pencernaan & pola tidur. Dalam praktiknya, terapis menentukan pengalaman pemanasan atau pendinginan.

Setelah diagnosis, perawatan tertentu direkomendasikan oleh terapis. Berdasarkan kepercayaan  Tionghoa, kesehatan itu berasal dari kebaikan keseimbangan yin dan yang (prinsip wanita & pria). 

"Terapi spa yang cocok untuk energi dingin atau hangat seseorang, " ujar Pembimbing PERDAWERI (Perhimpunan Dokter Anti Penuaan, Wellness, Estetik & Regeneratif Indonesia), dr med. Dr. Maya Suryadjaja  M GIZI, SPGK, FAAMFN, di beberapa kesempatan.  

Hanya di kalangan orang tertentu saja ethno spa Peranakan ini akrab di telinga. Namun belakangan, melalui Forum Indonesian Wellness Tourism International Festival (IWTIF), Spa Peranakan kembali diperkenalkan ke dunia internasional.

Peranakan berawal dari istilah yang digunakan untuk keturunan imigran Tionghoa di akhir abad ke-15 dan ke-16 ke wilayah nusantara. Saat itu  masih di masa penjajahan kolonial. Populasi etnis Tionghoa di Selat Inggris dan Malaya dikuasai Belanda. Dalam perjalanannya, mengadopsi sebagian atau seluruhnya adat nusantara, untuk diasimilasi ke dalam komunitas lokal.

"Terkait dengan Spa peranakan identik dengan  Kota Semarang. Karena memang ada sejarahnya.  Ada filosofi penyembuhan, konsultasi, diagnostik dan terapinya, " ujar Dr Maya.

Dalam praktiknya, Spa Peranakan ini diperkaya  dengan ramuan herbal dan rempah-rempah dalam menjaga imun tubuh. Menambah kekebalan tubuh dengan  rempah-rempah. Ada tradisi  kurungan satu bulan. Di mana wanita kurungan tidak diperbolehkan mandi atau mencuci rambut. 

Selain tradisi lokal, Spa Peranakan juga mengadopsi  tradisi pijat Swedia klasik. Pijat ini menggunakan oles tapel perut. Tapel tersebut berupa sirih, jahe, klabet, jeruk nipis, minyak kayu putih, gurita, bengkung, pilis dahi, ganthi, kencur, kunyit, papermint dan kenanga. Termasuk yang tidak wajib adalah parem ( pijat kaki). 

Dalam beberapa dekade kemudian, ada ramuan perawatan spa dari campuran telur, gula aren, jahe, sarang burung walet, pandan, pala dan limau kasturi.

Untuk perawatan wajah, dalam praktik Spa Peranakan menggunakan air liur sarang burung walet sebagai bahan utamanya.  Kemudian diterapkan dengan roller batu giok. Sementara masker dibuat dari tapioka yang difermentasi. Lulur dari gula aren & madu. Ada juga praktik pijat tubuh pala panas & nasi gulung. Olahan sarang burung ini berfungsi dalam meningkatkan kekebalan & memberikan umur panjang. 

Di akhir perawatan, dilakukan pemijatan menggunakan batu giok.  Tujuannya untuk menutup pori-pori dan mengencangkan otot-otot wajah. Sarang burung merupakan bahan berharga Tionghoa ini dipuji karena sifat penyembuhannya dalam meningkatkan kekebalan, perawatan rambut dan memperpanjang umur.

Dalam Spa Peranakan juga ada masker dari irisan belimbing wuluh segar. Bisa juga dipakai untuk lulur tubuh. Tinggal ditambah yoghurt & daun jambu biji cincang yang memiliki sifat antibiotik alami

Terdapat tradisi Melayu dalam proses lulur ini. Sebab, lulur menggunakan campuran beras, kunyit, pala, dan laos. Ada juga urut Melayu (massage) menggunakan minyak aroma manis permen dalam mencegah prolaps uteri,  mengurangi kembung, melancarkan peredaran darah, melenturkan otot tegang, bahu kaku dan menghilangkan stres.

Dengan titik akupresur keseluruhan "chi" santai bungkus hangat / dingin herbal bungkus campuran serai, jahe, lengkuas dan kapur barus dioleskan ke tubuh, Dibungkus dengan seprai hangat untuk membantu detoksifikasi, mengurangi retensi air dan meredakan nyeri sendi dan otot.

Kemudian ada prosesi mandi teh bunga. Bunga yang baru dipetik sebagai bahan dasar teh (teh daun China ) untuk mandi. Manfaat teh bunga ini sebagai  anti penuaan dini.

Dalam Spa Peranakan terdapat ritual perawatan rambut. Yakni praktik dalam mencuci, menyisir ‘sisiran’ & pijat kulit kepala selama 15 menit menggunakan kelapa pandan manis kental dan masker rambut.

Minyak berbasis kelapa ini digunakan dari generasi ke generasi. Ada  juga melati dan kembang sepatu untuk memperbaiki dan membuat rambut berkilau.

Untuk meningkatkan kekebalan tubuh menggunakan herbal dan rempah-rempah. Kunyit (Curcuma longa Linn) Zingiberaceae. Hampir 4000 tahun budaya Veda di India menggunakan ramuan kunyit itu. Namun tradisi ini baru mencapai China pada abad 700 Masehi. 

Kunyit mengandung kurkumin sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat meningkatkan aktivitas enzim antioksidan tubuh Anda, memperbaiki metabolisme di hati dan dinding usus, kemudian diserap dengan buruk ke dalam aliran darah. 

Ada juga tradisi dalam mengonsumsi lada hitam. Karena lada hitam mengandung piperin, zat alami meningkatkan penyerapan kurkumin sebesar 2.000%.

Sabhira