[email protected] +1234567890 242 West Main street, Ohio

Dari 5 Obyek yang Ditarget, Pengadilan Negeri Malang Berhasil Eksekusi 3 Ruko dalam Perkara Gono Gini Doktor FM Valentina Vs Ahli Waris dr Hardi

Eksekusi sebuah ruko yang biasa dipakai sebagai klinik dieksekusi Pengadilan Negeri Malang pada Kamis (21/7/2022) pagi.(ist)
Eksekusi sebuah ruko yang biasa dipakai sebagai klinik dieksekusi Pengadilan Negeri Malang pada Kamis (21/7/2022) pagi.(ist)

Ayonews, Malang
Pengadilan Negeri Malang menargetkan dua rumah dan tiga ruko milik FM Valentina warga Pahlawan Trip, Taman Ijen, Oro-oro Dowo, kota Malang di sejumlah tempat bakal di eksekusi.

Tiga ruko di antaranya sudah dieksekusi dan dipasangi plang dari Pengadilan Kota Malang. Sementara dua rumah belum dilakukan eksekusi.

Satu bangunan rumah dan toko (Ruko)  yang sudah dieksekusi berada di Jalan Galunggung nomor 7-8 Kota Malang, pada Rabu, (20/7/2022). Obyek ini sebelumnya masuk dalam deretan harta gono-gini antara mendiang dokter Hardi dan Valentina Linawati.

Sementara dua ruko lainnya yang berada di Jl Terusan Kawi no 9 Kav 9, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen seluas 85 meter persegi serta ruko di jl Terusan Kawi No 9 Kav 12, Kelurahan Bareng , Kecamatan Klojen Kota Malang seluas 44 meter baru dieksekusi PN Malang pada Kamis (21/7/2022).

Tidak ada perlawanan dari pihak termohomn dalam eksekusi yang melibatkan juru sita pengadilan, tukang angkut barang dan kawalan dari anggota kepolisian dan TNI. Saat eksekusi berlangsung pun, pihak tereksekusi tidak terlihat berada di tempat sejak petugas juru sita pengadilan datang.

Kepada wartawan, Panitera Pengadilan Negeri Malang Rudi Hartono mengatakan, eksekusi ini dilaksanakan berdasarkan penetapan ketua Pengadilan Negeri Malang nomor 15 tahun 2022. Dengan perkara antara Heru Santoso warga Jalan Welirang selaku pemohon eksekusi melawan Doktor FM Valentina selaku termohon. 

"Jadi pelaksanaan eksekusi pengosongan berdasarkan risalah lelang jadi yang mengajukan pemenang lelang. Anmanning sudah dikasih tenggang waktu 8 hari kepada termohon untuk keluar atau menyerahkan secara sukarela kepada pemohon. Namun sampai hari ini termohon tidak memperdulikan apa yang disampaikan pimpinan," kata Rudi, Kamis (21/7/2022). 

Menurut Rudi, eksekusi ini merupakan kebijakan pimpinan Pengadilan Negeri Malang dengan melaksanakan anmanning sebanyak 3 kali. Yakni, pada 10 Mei 2022, kemudian 19 Mei 2022, dan 30 Mei 2022. 

"Jadi anmanning sampai 3 kali padahal sebenarnya hanya 1 kali. Pimpinan punya kebijakan siapa tahu mereka mau keluar suka rela ternyata sampai hari pengosongan belum keluar. Bahkan 3 hari sebelum ini sudah kita surati juga," ujar Rudi. 

Kuasa hukum pemohon, Lardi mengatakan, kasus ini berawal dari sengketa harta gono-gini antara dr Hardi dan Valentina Linawati dan sudah diputuskan Mahkamah Agung untuk dibagi. Kasus ini berjalan dengan kurun waktu selama 10 tahun dan baru dieksekusi pada tahun 2021 dan 2022 ini. 

"Lancar tidak ada masalah tidak ada kendala, sempat ada perlawanan dari pihak termohon tetapi sesaat. Dan pengadilan tetap melakukan eksekusi pengosongan hari ini. Eksekusi kewenangan pengadilan selama tidak ada penarikan penetapan tetap jalan," tutur Lardi, Rabu (20/7/2022). 

Dikutip dari Beritajatim, kuasa hukum termohon yakni Dian Aminuddin bahwa dalam proses eksekusi ini sebenarnya mereka sedang menempuh proses hukum dengan mengajukan perlawanan eksekusi. Dia menilai risalah lelang yang menjadi dasar eksekusi cacat hukum. 

"Kita masih menempuh proses hukum mengajukan perlawanan eksekusi. Tetapi persidangan berjalan lambat. Kita tidak tahu apa pertimbangan hakim sehingga seolah-olah diperlambat. Kita sudah mengajukan gugatan pembatalan lelang, karena eksekusi ini dilaksanakan atas risalah lelang yang kami lihat cacat hukum," tandasnya. 
(Leg)