[email protected] +1234567890 242 West Main street, Ohio

Sengketa Gono-Gini, Di-Anmaning 3 Kali Tak Rela Menyerahkan, Ruko di Jalan Galunggung Kota Malang Dieksekusi Paksa Pengadilan

Bangunan rumah dan toko (Ruko) di Jalan Galunggung nomor 7-8 Kota Malang, pada Rabu, (20/7/2022) dieksekusi Pengadilan Negeri Malang.(Leg)
Bangunan rumah dan toko (Ruko) di Jalan Galunggung nomor 7-8 Kota Malang, pada Rabu, (20/7/2022) dieksekusi Pengadilan Negeri Malang.(Leg)

Ayonews, Malang - Sebuah bangunan rumah dan toko (Ruko) di Jalan Galunggung nomor 7-8 Kota Malang, pada Rabu, (20/7/2022) dieksekusi Pengadilan Negeri Malang. Pengambil alihan paksa ini merupakan bagian dari pelaksanaan pembagian harta gono-gini antara mendiang dokter Hardi dan Fransisca Maria Valentina Linawati. 

Panitera Pengadilan Negeri Malang Rudi Hartono mengatakan, eksekusi ini dilaksanakan berdasarkan penetapan ketua Pengadilan Negeri Malang nomor 15 tahun 2022. Dengan perkara antara Heru Santoso, warga Jalan Welirang selaku pemohon eksekusi melawan dokter Valentina Linawati selaku termohon. 

"Jadi pelaksanaan eksekusi pengosongan berdasarkan risalah lelang. Jadi yang mengajukan pemenang lelang. Anmanning sudah dikasih tenggang waktu 8 hari kepada termohon untuk keluar atau menyerahkan secara sukarela kepada pemohon. Namun sampai hari ini termohon tidak menanggapi peringatan yang disampaikan pimpinan," kata Rudi. 

Menurut Rudi, pihak pengadilan sudah melaksanakan anmanning sebanyak 3 kali. Yakni, 10 Mei 2022, 19 Mei 2022, dan 30 Mei 2022. 

"Jadi anmanning sampai 3 kali. Padahal sebenarnya hanya 1 kali saja. Pimpinan punya kebijakan siapa tahu mereka mau keluar secara suka rela. Ternyata sampai hari pengosongan belum keluar. Bahkan 3 hari sebelum ini sudah kita surati juga," ujar Rudi. 

Kuasa hukum pemohon, Lardi mengatakan, kasus ini berawal dari sengketa harta gono-gini antara dr Hardi dan Valentina Linawati dan sudah diputuskan Mahkamah Agung untuk dibagi. Kasus ini sudah berjalan dalam kurun waktu sekira 10 tahun dan baru dieksekusi pada 2022 ini. 

"Lancar, tidak ada masalah tidak ada kendala. Sempat ada perlawanan dari pihak termohon tetapi sesaat. Dan pengadilan tetap melakukan eksekusi pengosongan hari ini. Eksekusi kewenangan pengadilan selama tidak ada penarikan penetapan tetap jalan," tutur Lardi. 

Seperti dikutip Beritajatim, kuasa hukum termohon yakni Dian Aminuddin, dalam proses eksekusi ini sebenarnya mereka sedang menempuh proses hukum dengan mengajukan perlawanan eksekusi. Dia menilai risalah lelang yang menjadi dasar eksekusi cacat hukum. 

"Kita masih menempuh proses hukum mengajukan perlawanan eksekusi. Tetapi persidangan berjalan lambat. Kita tidak tahu apa pertimbangan hakim sehingga seolah-olah diperlambat. Kita sudah mengajukan gugatan pembatalan lelang, karena eksekusi ini dilaksanakan atas risalah lelang yang kami lihat cacat hukum," tandasnya. (Leg)