[email protected] +1234567890 242 West Main street, Ohio

Essentia Apothecary, Racik Produk Kecantikan dari Bahan Alami dengan Menjunjung Tinggi Budaya Etnik dan Kearifan Lokal

Webinar Launching Ethnowellness By Essentia Apothecary yang diselenggarakan @essentiaapothecaary pada Rabu (22/6/2022).(ist)
Webinar Launching Ethnowellness By Essentia Apothecary yang diselenggarakan @essentiaapothecaary pada Rabu (22/6/2022).(ist)

Ayonews, Jakarta
Produk kecantikan dalam negeri ternyata tak kalah mumpuni lho ketimbang impor. Selain bahan alaminya berasal dari negeri sendiri, harganya terjangkau, kualitas juga terjamin. 

Apalagi, produk-produk luar juga tak sedikit yang menggunakan bahan alami yang bersumber dari dalam negeri. Jadi  tak heran kalau produk lokal, tak kalah berkualitas juga akrab dengan kantong. Karena memang tak perlu biaya tinggi untuk mengolah bahan-bahan alami menjadi produk jadi.

Ini dibuktikan oleh pakar kecantikan Agnes Lourda Hutagalung. Pemilik bisnis usaha  Gaya Spa Wellness telah menunjukan kepada masyarakat Indonesia bahwa sumber dari kearifan lokal mampu bersaing dengan produk terkenal dari mancanegara. Bahkan tak sedikit porduknya justru dibeli oleh orang luar negeri.

Dalam webinar Launching Ethnowellness By Essentia Apothecary yang diselenggarakan @essentiaapothecaary pada Rabu (22/6/2022), Lourda mengungkapkan bahwa ia mulai memproduksi alat kecantikan berasal dari sumber daya alam Indonesia sejak krisis moneter 25 tahun lalu.

"Saat itu tahun 1997, dunia dilanda krisis moneter dan nilai tukar dolar sangat tinggi.  Sehingga untuk menjalankan keberlangsungan bisnis usaha Gaya Spa Wellness (saat itu  bernama Stylist Spa & Salon) menggunakan produk-produk dari luar negeri, terutama produk aromatherapy dan face care product," paparnya.

Jika memaksakan tetap menggunakan bahan-bahan impor, Lourda berhitung pasti akan merugi. Akhirnya tercetuslah ide  untuk membuat dan meracik produk lokal Indonesia untuk sebagai produk operasional Gaya Spa Wellness. 

Lourda yakin bahwa produk lokal yang dibuatnya tak kalah berkualitas dengan produk luar negeri. Alhasil, usahanya bisa bertahan dari krisis. 

Lebih lanjut Lourda mengatakan, pada tahun 1998, berdirilah produk Spa Essentia untuk memenuhi permintaan masyarakat. "Sejak berdiri, kami terus berusaha tetap berkomitmen memberikan produk yang terbaik dan unggul," ucapnya. 

Dalam memberikan kualitas yang terjamin, papar Lourda, pihaknya terus mengeksplorasi kearifan tradisional dan menggabungkannya dengan penelitian dan  pengembangan modern untuk menghasilkan produk dengan bahan-bahan alami terbaik dalam perawatan wajah, tubuh dan rambut berbasis aromatherapy.

"Produk yang kami buat memiliki kelebihan. Kami menawarkan terobosan baru dalam praktik perawatan yang memberikan keseimbangan pada tubuh, pikiran dan jiwa," jelasnya. 

Tahun 2003, pihaknya bekerjasama dengan tim Penelitian dan pengembangan para ahli pengobatan tradisional dari Universitas terkemuka serta IDI dan PDSI, yang terus mengembangkan produk-produk yang ditujukan untuk kesehatan dan perawatan kulit, 
tubuh dan pikiran.

Saat ini ia tinggal menuai hasil. Pelanggan Gaya Spa Wellness pun terus bertambah. "Ini membuktikan masih banyak wanita Indonesia yang mencintai produk dalam negeri sendiri. Meski tak dipungkiri masih ada yang lebih memilih produk impor," ujarnya. 

Dalam webinar tersebut, ia menyampaikan bahwa Spa Essentia sekarang akan dikenal sebagai  Essentia Apothecary. 

"Kami juga ingin menampilkan hasil pengembangan produk yang kami beri  nama “Ethnowellness” Indonesia. Ethnowellness Essentia Apothecary adalah rangkaian produk  yang menjunjung budaya etnik tanah air dengan menggunakan bahan dasar rempah-rempah  asli Indonesia yang digunakan untuk kesehatan dan kecantikan," urainya. 

Lourda menegaskan bahwa Indonesia memiliki beragam budaya dan bahan-bahan alami yang memiliki proses dan metode  yang otentik, unik & khas. Ethnowellness terinspirasi dengan latar belakang budaya Indonesia  yang kaya. 

"Setiap budaya memiliki rempah-rempah khas yang bermanfaat untuk kesehatan dan  kecantikan. Rempah-rempah dari setiap budaya dikemas menjadi minyak atsiri yang kuat, minyak pijat, dan lulur," tambahnya.

Dalam membuat produk tersebut, ia memiliki misi untuk menampilkan dan menjaga kesehatan serta kecantikan budaya Indonesia. 

"Tujuan kami di masa yang akan datang adalah untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya  kesehatan dan kecantikan Indonedia ke mancanegara melalui produk kosmetik Indonesia. Kami berharap, rangkaian produk Ethnowellness Essentia Apothecary dapat  menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap budaya Indonesia, khususnya budaya kesehatan
dan kecantikan Indonesia yang khas," tandasnya.