[email protected] +1234567890 242 West Main street, Ohio

Indahnya Toleransi di Kota Malang, Gelar Halal Bi Halal, Doa Pembuka Tokoh Islam, Doa Penutup Perwakilan Umat Hindu

Ayonews, Kota Malang
Momentum lebaran tak hanya dirayakan oleh umat Islam saja, tapi juga ikut dirasakan umat agama lainnya. 

Termasuk setelah lebaran. Ada tradisi yang sudah turun temurun dilakukan masyarakat. Yakni, halal bi halal atau saling menghalalkan. Dalam arti membersihkan antar kerabat, teman dan saudara. 

Ada yang menarik dari Kota Malang. Tradisi halal bi halal tak hanya dilakukan oleh umat Islam saja. Tapi juga dimeriahkan umat lainnya. 

Seperti  acara yang digelar DPD Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI Malang Raya) bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia(PSMTI Kota Malang) ini. 

Mereka menggelar acara dengan tema Halal Bi Halal Kebangsaan. Acara yang digelar di Regent's Park Hotel, minggu (15/5/2022), melibatkan seluruh tokoh lintas agama. Baik dari umat Islam, Kristiani, Katolik, Budha, Hindu, Konghucu, bahkan agama kepercayaan. 

Dengan mengangkat semangat toleransi dan kejayaan antarumat beragama,  hampir seluruh tokoh dari berbagai agama hingga etnis hadir dalam kegiatan tersebut. Tujuannya untuk  menjalin silaturahmi bersama.

Sejumlah tokoh politik lokal pun hadir. Mulai dari Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko dan ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Wanedi pun turut memeriahkan momen kebersamaan itu.

Wanedi mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sebab, sejalan dengan komitmen pemerintah yang mencanangkan tahun 2022 sebagai tahun toleransi.

"Kekayaan yang sangat mahal dari bangsa dan negara Indonesia itu adalah keberagamannya. Saya sangat mengapresiasi  dalam kegiatan ini semua telah hadir dan lengkap. Mulai tokoh agama, komunitas, etnis, suku dan golongan semua lengkap ada di sini," ujar pria yang  akrab disapa Bung Edi ini.

ia pun acungkan jempol dengan ide cemerlang  DPD PITI Malang Raya bersama PSMTI Malang Kota yang menggelar agenda yang dirasa belum ada di daerah lainnya. 

Selain menjadi ajang silaturahmi, mempersatukan berbagai lapisan masyarakat dalam tajuk halal bi halal ini dianggap menjadi suatu hal yang luar biasa.

"Saya berterimakasih dan apresiasi besar keluarga besar PITI Malang Rayadan PSMTI Kota Malang. Dengan adanya kegiatan ini, menjadi wujud ikut serta masyarakat dalam merespon program pemerintah yang mengusung tahun 2022 sebagai tahun toleransi," ungkapnya.

Sementara itu, ketua PITI Malang Raya, dr Sugiharta Tandya menyebutkan bahwa agenda ini memang sengaja digelar guna menguatkan toleransi yang ada di Malang Raya, khususnya Kota Malang.

Mulai dari akademisi, penganut dan tokoh dari berbagai agama, jajaran eksekutif dan legislatif, golongan hingga organisasi masyarakat turut ikut andil dalam menjaga toleransi antar umat beragama.

"Halal bi halal ini kami mengusung semangat deklarasi kebangsaan yang berisi NKRI harga mati, indonesia tangguh dan jaya," tegasnya.

Tak lupa, serangkaian acara pun dilakukan. mulai dari tari-tarian tradisional, salah satunya seperti tari sufi, hingga pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim piatu.

Di sisi lain, sugiharta juga menyampaikan bahwa hingga saat ini ratusan program kerja PITI Malang Raya dan PSMTI Kota Malang telah menjaga toleransi yang ada. Tak hanya program silaturahmi, ada sejumlah program telah dilakukan guna menyasar berbagai lapisan masyarakat.

"Mulai dari panti asuhan dan pondok pesantren, panti wreda, anak jalanan, pengemis dan gelandangan serta orang yang kurang mampu dan tidak beruntung. dan ini kami laksanakan secara bersama dengan berbagai golongan dari keluarga besar kami, serta masyarakat umum," bebernya.

Turut hadir juga penasihat DPD PITI Malang Raya sekaligus mantan Wali Kota Malang, Mochammad Anton. Dia  mengungkapkan bahwa kekuatan kebersamaan, semangat dan kerukunan di tengah kehidupan masyarakat.

"Doa khusus untuk menjaga semangat di dal persamaan. membangun kehidupan di dalam kebersamaan masyarakat Malang Raya yang kita cintai bersama," tuturnya.

Pria yang akrab disapa Abah Anton ini juga menambahkan bahwa menjaga kebersamaan dan kerukunan itu cukup sulit dan penting dilakukan daripada membentuk.

"Jadi semua harus kita hormati untuk menjaga kerukunan bersama," tandasnya.

Turut hadir juga  Direktur Malang Town Square (Matos), Fifi Trisjanti, Kasat Binmas Polresta Malang Kota, Kompol Sumarno hingga kepala kantor urusan agama (KUA) Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, ustadz anas fauzie yang memberikan ceramah dalam kegiatan tersebut.

Yang sangat menariknya lagi, doa pembukaan acara dilakukan oleh Ustaz Haji Oei Ciang Hai dari Yayasan Masjid Ceng Ho, Surabaya. Sementara doa penutup oleh tokoh umat Hindu, Jero Mangku Gusti Susanta. 

 (Legowo