[email protected] +1234567890 242 West Main street, Ohio

Jalani Ibadah Puasa Agar Tetap Sehat dan Segar, Jaga Imun Tubuh dengan Minyak Essensial Cengkeh

Bunga cengkeh bila diekstrak menjadi minyak atsiri akan mudah dalam penggunaannya.(ist)
Bunga cengkeh bila diekstrak menjadi minyak atsiri akan mudah dalam penggunaannya.(ist)

Ayonews, Jakarta
Selama bertahun-tahun, tanaman cengkeh banyak dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan serta mencegah penyakit menular.  Terutama penyakit yang mewabah. Sebab, cengkeh menjadi obat penghilang rasa sakit antiseptik yang kuat.

Aromanya yang hangat, pedas dan seperti kayu ini dapat merevitalisasi dan menstimulir di jaringan tubuh manusia.

Selama pandemi, tanaman cengkeh menjadi salah satu alternatif dalam pencegahan penularan Covid-19. Dengan kandungan yang mampu mencegah wabah, cengkeh dimanfaatkan sebagai menangkal berbagai virus yang masih melanda tanah air. 

Tidak semua orang mengetahui manfaat ini. Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan tanaman cengkeh sebagai obat pencegahan penularan Covid-19. Apalagi selama menjalani ibadah puasa dan menjelang mudik lebaran ini. Anda bisa memanfaatkan minyak atsiri cengkeh sebagai penjaga imun tubuh.

Dari sebuah penelitian ilmiah, cengkeh kering mengandung energi sebesar 292 kilokalori, protein 5,2 gram, karbohidrat 57,4 gram, lemak 8,9 gram, kalsium 740 miligram, fosfor 100 miligram, dan zat besi 5 miligram.  

Cengkeh kering juga mengandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gr cengkeh kering dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %. Meski demikian, riset atau penelitian pada cengkeh hasilnya bisa berbeda. Tergantung  berbagai faktor yang mempengaruhi.  

Cengkeh dalam Bahasa latin disebut syzygium aromaticum dan dalam Bahasa Inggris disebut Clove Bud yang berarti kuku. Karena memang bentuknya menyerupai kuku. Cengkeh merupakan tumbuhan asli Indonesia. Sejak berabad-abad silam, cengkeh menjadi perburuan banyak negara.

Sebagai bagian dari tanaman rempah-rempah, cengkeh memiliki nilai yang tinggi. Tak heran sebuah negara di masa lalu lebih memilih untuk perang demi mendapatkan cengkeh dari nusantara. Namun dengan berjalannya waktu, tanaman multi manfaat ini banyak dibudidayakan di India, Madagaskar, Srilanka dan Zanzibar.

Di Indonesia, cengkeh banyak dijumpai di provinsi Maluku Utara. Sampai saat ini, tanaman tersebut mempunyai beberapa varietas. Walaupun di banyak tempat, pohon cengkeh rata-rata bisa tumbuh di daerah yang berbukit dan bersuhu dingin.

Kualitas cengkeh yang baik baru dapat dipanen dari pohon cengkeh setelah berumur kurang lebih 7 tahun. Setelah itu produktivitas cengkeh akan terus meningkat dari umur 10 sampai dengan 30 tahun.

Bagian cengkeh yang mempunyai harga jual tinggi adalah bagian kuncup bunga. Kuncup ini  mempunyai ukuran kurang lebih 2cm dan akan terbentuk selama masa budi daya secara alami 4 sampai 7 tahun. Kuncup bunga cengkeh akan dipanen sebelum berbunga pada saat masturasi. Kemudian dijemur hingga berwarna coklat di bawah sinar matahari.

Bagian pohon cengkeh lainnya yang memiliki nilai jual tinggi seperti buah, daun dan batangnya. Beberapa bagian tersebut dapat diekstrak menjadi minyak atsiri atau essensial. 

Minyak atsiri cengkeh yang dihasilkan dari proses distilasi mempunyai kandungan senyawa seperti eugenol, tannin, caryophyllene, methyl salicylate, dan senyawa lainnya yang mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Sebab, cengkeh mempunyai sifat antiseptik, antimikrobalial dan analgesik. Untuk Eugenol sendiri merupakan senyawa bioaktif utama dari cengkih. Eugenol terdapat sebanyak 9381–14650 mg/100 g cengkih.

Selain itu kandungan mineral dan vitamin di dalam satu sendok teh cengkih mengandung 1gram serat, 1gram karbohidrat, 21 kalori dan mampu memenuhhi kebutuhan harian dari 3% vitamin C, 4% vitamin C dan 30% kebutuhan mangan. 

Khasiat cengkeh bagi kesehatan tubuh manusia di antaranya, membantu merawat gigi dan gusi,  menjaga kesehatan kulit dan melawan jerawat, melawan candida (infeksi jamur), mengurangi sakit gigi dan gusi,  menjaga kesehatan mulut, mengandung antioksidan tinggi, membantu pencernaan, antibakteri serta meningkatkan sistem imun serta membantu meningkatkan sirkulasi darah.

Ketika sudah diproduksi menjadi minyak atsiri dalam kemasan, justru menjadi mudah dimanfaatkan. Sebab, produk ini menggunakan standar tinggi pada kemurnian dan keasliannya. Meski demikian, minyak atsiri cengkeh ini hanya untuk pemakaian luar saja. 

Hindari kontak dengan mata, jauhkan dari jangkauan anak-anak. Perubahan warna dapat terjadi tanpa mempengaruhi kekuatan penyembuhannya karena kandungan alami. Jika terjadi iritasi, segera hentikan pemakaian. Jauhkan dari sinar matahari langsung dan panas. 

Selain untuk menjaga kesehatan, minyak atsiri cengkeh ini bisa dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan, campuran untuk mandi, minyak urut,  dan inhalasi.