[email protected] +1234567890 242 West Main street, Ohio

Ekowisata Kesehatan Flores Timur, Perpaduan Antara Memanfaatkan Herbal, Pijat dan Praktik Pengobatan Berdasarkan Agama dan Kepercayaan

Pemandangan indah di Flores NTT.(Sumber Foto: Nyero.id)
Pemandangan indah di Flores NTT.(Sumber Foto: Nyero.id)

Ayonews, Jakarta
Kabupaten Flores Timur sangat potensial untuk dijadikan sebagai obyek wisata pengobatan tradisional. Pasalnya, kawasan yang bisa dikembangkan menjadi ekowisata kesehatan ini memiliki tiga perspektif dalam pemanfaatan pengobatan. 

Di sana, terdapat praktik pengobatan melalui herbal healing (pengobatan herbal), therapeutik healing (terkait pada pemijatan dan urut) dan belief healing atau pengobatan berdasarkan agama atau kepercayaan dalam ruang lingkup budaya.

Ketiga perspektif yang menjadi potensi di Kabupaten Flores Timur ini terungkap dari sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Ketika ketiga perspektif tersebut digabungkan, bisa menjadi model pengembangan ekowisata kesehatan di Kabupaten ini.

Dikutip dari repository.ipb.ac.id,  penelitian dilakukan di dua lokasi, yaitu desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga dan Desa Riang Baring, Kecamatan Tanjung Bunga. 

Penelitian yang dilakukan dalam rentang Oktober 2019 hingga Maret 2020 itu, berhasil mengumpulkan data dengan cara observasi, kuesioner close ended dan inventarisasi tumbuhan obat. 

Berdasarkan analisis herbal ditemukan 103 spesies tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk kesehatan. Tumbuhan obat-obatan itu mereka dapatkan dari dalam hutan.

Dari 103 jenis spesies, ternyata tumbuhan itu bermanfaat untuk menyembuhkan 56 jenis penyakit. Sudah menjadi tradisi bahwa tumbuhan obat diolah dengan cara direbus, kemudian diminum. 

Berdasarkan analisis pengobatan tradisional dengan therapeutik healing menunjukan bahwa dari terdapat enam klasifikasi ahli pengobatan di kedua lokasi yang dikenal apu wai, ahli pihat atau urut, dukun bayi dan Lima Alan. 

Yang menarik, dari hasil studi menunjukan bahwa ahli berdasarkan keterampilan memadukan budaya therapeutik dan pemanfaatan tumbuhan. 

Sementara pengobatan berdasarkan belief healing terdapat dua yaitu berdasarkan agama dan berdasarkan kepercayaan dalam lingkup budaya. 

Berdasarkan agama ditunjukkan dari perspektif agama Islam dan Khatolik. Pengobatan menggunakan ajaran agama Islam ditunjukan dengan penggunaan ajaran (ayat dan hadits) agama Islam dari mulai mencari, mengolah dan menggunakan tumbuhan obat. 

Selain itu, ajaran agama juga dilakukan ketika proses penyembuhan yang menggabungkan teknik therapeutik healing (mengurut/pijat) untuk kategori pasien bayi-dewasa dengan bahan tumbuhan obat (berupa minyak). 

Hasil penelitian menunjukan bahwa belief healing dilakukan Ata Molan khususnya di kegiatan pengobatan massal yang telah menjadi kegiatan wisata budaya pengobatan massal Geru Ramu. 

Sabhira