[email protected] +1234567890 242 West Main street, Ohio

Bangkitkan Genre Rock Era 90-an, Singgasana Band Rilis 2 Lagu Tentang Puisi Bunga Terindah dan Kisah Cintanya di Kota Malang

Ayonews, Karawang
Sekelompok seniman asal Karawang kembali mencoba membangkitkan genre rock 90-an. Melalui Singgasana Band, Anda dapat menikmati blantika musik cadas yang sempat menjadi trend sejarah masa lalu. Tanpa ragu, debut single pertama pun bakal diluncurkan dalam waktu dekat ini.  

Salah satu inisiator Singgasana Band, Eka Pangulimara dalam rilisnya mengungkapkan bahwa single pertama Singgasana Band ini memiliki tujuan utama berkarya hingga batas waktu yang tidak pernah ditentukan. 

Eka mengungkapkan, band beraliran rock ini dibentuk di daerah pinggiran ibu kota, tepatnya asal Karawang. 

"Awalnya kumpul-kumpul dalam satu base camp, eL Record entertainment. Karena sering ngumpul, jadi memudahkan antarpersonilnya dalam melakukan penggarapan suatu karya seni musik," tutur Eka, Jumat (4/3/2022). 

Personil Singgasana Band itu sendiri terdiri dari Eka Pangulimara H (guitar), Pungu Sinaga (vokal), Aditya (bass), Albertus Wicaksono "Wicak" (keyboard), M Fadhil Baqi "Baqi" (drum).

Dari sebuah diskusi seni musik yang tak terlalu lama, akhirnya mereka berhasil menorehkan sebuah EP Album berjudul "Tak Terbatas".

"Debut ini akan dimulai dengan dua buah lagu yang dirilis di awal dan pertengahan Maret 2022. Di antaranya berjudul "Kau Lah". Hasil karya ini sudah bisa didengarkan melalui platform musik digital di tanggal 4 Maret 2022 atau hari ini. Kemudian menyusul lagi berjudul 'Waktu Hakim Yang Terbaik'(WHYT) pada 18 Maret 2022," terang Eka.

Tentang lagu berjudul "Kau Lah", Eka menuturkan lagu itu menceritakan  tentang kisah cinta yang amat diharapkan oleh seorang lelaki pada sosok perempuan dambaannya. Dalam lagu itu, dia mengumpamakan sebuah puisi yang terindah di antara bunga. 

"Ingin menunjukkan bahwa di antara banyak wanita rupawan lainnya, si lelaki berhasil memilihnya," tambahnya. 

Dalam lirik chorusnya, sambung seniman lulusan IKJ itu, si lelaki justru amat menyadari, bahwa pilihannya memang tidak semulus dan seindah berkembangnya bunga yang tumbuh subur. Namun justru banyak sekali perbedaan dan tantangan yang membentang. 

"Yang tidak bisa dipungkiri, namun keberanian memilih dari si lelaki tersebutlah telah mengubah kesadarannya bahwa  perbedaan bukanlah sebuah halangan. Namun justru menjadi semangat cinta yang tak pernah padam. Bahkan si lelaki menyebut bahwa si perempuan pilihannya lah yang menguatkan rasanya. Mereka berikrar tidak lagi dua, melainkan satu. Kau lah yang menyatukan cinta ini," paparnya. 

Soal lagu kedua WHYT yang terdengar tak lazim di telinga orang awam, Eka menegaskan bahwa lagu tersebut diangkat dari sebuah kisah perjalanan kehidupan kemanusiaan dan cinta yang nyata dari Kota Malang. 

"Mini album ini bakal dirilis di bulan April 2022 mendatang. Ini merupakan kumpulan karya lagu bertajuk kehidupan, kemanusiaan dan cinta," tegasnya.

Seniman sekaligus aktivis buruh ini pun menandaskan bahwa Singgasana Band di album perdananya sengaja menghadirkan suasana musik 90'an dengan besutan sound kekinian.

"Semoga menambah kekayaan khasanah musik Indonesia. Dan dapat diterima para penikmatnya," tandasnya.
(Haikal)