[email protected] +1234567890 242 West Main street, Ohio

Gimana Sih Rasanya Nikmati Batangeh di Spa-spa Moderen Tanpa Meninggalkan Ciri Khas Tradisionalnya?

Salah satu proses ethno spa Batangeh.(ist)
Salah satu proses ethno spa Batangeh.(ist)

Ayonews, Jakarta
Indonesia kaya akan seni dan tradisinya. Ribuan suku bangsa ada di negeri ini. Beragam bahasa pun menjadi ciri khas tiap wilayah di tanah air. Salah satu kekayaan tradisi Indonesia adalah ethno spa. Ethno spa merupakan perawatan tubuh dan kecantikan tradisional.

Tradisi bangsa ini juga diiringi dengan melimpahnya kekayaan alam. Tanah yang subur menjadikan Indonesia mudah menanam apa pun. Ibaratnya kayu pun bisa jadi tanaman. Salah satunya adalah rempah-rempah.

Tanaman khas Indonesia ini lah yang kemudian memunculkan tradisi kebugaran atau ethno spa. Beragam jenis cara dan produk perawatan tubuh tradisional yang semuanya berasal dari rempah-rempah alami. 

Ragam jenis jamu serta ramuan tradisional itu banyak ditemukan di berbagai tempat di negeri ini. Berbeda wilayah maka berbeda pula tumbuhan yang digunakannya. Meski ada trend perawatan tubuh dan spa dari luar negeri, tidak juga menghambat perkembangan ethno spa.

Sampai saat ini tercatat sembilan spa tradisional nusantara yang mewakili keragaman karakteristik budayanya. Masing-masing ethno spa memiliki keunggulan dan punya khasiat masing-masing. Beberapa  di antaranya Batangeh dari Minang, Oukup dari Sumatera Utara, Tangas dari Betawi, Bakera spa dari Minahasa, Tellu Sullapa Eppa dari Bugis, Lulur Jawa dari Jawa, Bali Spa dari Bali, Batimung dari Banjar, Kalimantan Selatan, serta Soo so dari Madura.

Salah satu kearifan lokal terkait perawatan tubuh tradisional dapat ditemukan seperti yang dilakukan masyarakat Minangkabau. Wanita Minang kerap menjaga kecantikan dan kesehatan tubuh mereka dengan cara mandi sauna yang disebut batengeh spa atau mandi uap atau batangeh. Fungsinya adalah untuk perawatan dan pengobatan. Jenisnya ada dua yaitu batangeh kering dan basah.

Alat dan bahan yang digunakan pun sangat-sangat tradisional. Di antaranya adalah:periuk tanah, tikar pandan, kain sarung, bangku, tungku, bunga, daun, akar, biji, dan kulit kayu. 

Sementara itu, untuk bahan yang digunakan batangeh umumnya bagian tumbuhan yang mengandung minyak astiri, seperti sereh wangi, pandan, sirih, gambelu, usa harum, dan kenanga.

Wanita Minang seperti calon pengantin, ibu-ibu, wanita yang baru melahirkan, serta orang yang baru sembuh dari penyakit menahun biasanya memanfaatkan batengeh atau bertangas ini. Dengan perawatan tradisional tersebuttubuh mereka akan segar dan harum sepanjang hari. 

Wanita yang baru melahirkan memanfaatkan batangeh untuk menghilangkan bau anyir dan mengembalikan fungsi rahim.Orang yang baru sembuh dari penyakit menahun pun menerapkannya untuk menghilangkan bau badan yang masih tersisa selama sakit juga untuk mengembalikan kesegaran tubuh. Selain itu, batangeh juga dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit seperti reumatik, penyakit kulit, sinusitis dan lainnya.

Meski demikian, batangeh di beberapa wilayah di Sumatera Barat berbeda-beda. Di Payakumbuh misalnya. Batengeh diracik dari daun jambak, karisiak daun pisang buah, sarai dan siriah. Ada juga yang memadukan sarai, pandan, urekusa, asam kesturi dan gambelu. Semua ramuan berfungsi untuk menghilangkan bau badan, merapatkan vagina dan pori-pori.

Berbeda lagi dengan di Solok, segenggam daun kunyit dan batang sereh digunakan untuk mengobati wasir. Ada pula batengeh yang menggunakan racikan cuka dan batu bata untuk pengobatan sesudah melahirkan. Caranya, bakar batu bata sampai merah,  masukkan ke dalam panci kemudian siram dengan cuka. Pasien duduk di atasnya, lalu tutup dengan kain sarung hingga panasnya hilang. Pengobatan ini dilakukan 2-3 kali sehari.

Lain lagi dengan ethno spa Pagaruyung. Ramuan yang dipadukan berasal dari serai wangi, akar wangi, daun nilam, cengkeh, pandan, adas manis, daun jeruk purut, kulit jeruk purut dan air perasan jeruk purut.

Sementara itu di Batusangkar, ramuan dari kunyik bolai, jariangau, sipadeh, kunik, daun galundi dan siringan-ringan digunakan untuk menangani stroke. Air ramuan dimanfaatkan sebagai air mandi selama 10 hari.

Di Padang beda lagi. Batengeh bermanfaat untuk menyembuhkan rematik, bahan yang diperlukan antara lain jariangau, daun jua, daun ringan-ringan dan daun sebelah ujuang pisang lidi. Ada juga ramuan yang berfungsi menghilangkan stres, racikannya terdiri dari jariangau, siriah dan capo. Proses batengeh dilengkapi dengan zikir.

Ethno spa saat ini pun mulai menjamuri spa-spa moderen di beberapa kota besar. Tiap spa memberikan sajian ethno spa tanpa meninggalkan ciri khasnya. Yuk kita nikmati ethno spa dengan tampilan moderen. Gimana sih rasanya?